Category Here : Artikel Dosen

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI

Vivamus molestie gravida turpis

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI KURANG DARI 6 BULAN DI RW 02 KELURAHAN LAGOA JAKARTA UTARA

 
Yuni Purwatiningsih
Yuni Purwatiningsih : Akademi Kebidanan Keris Husada, Jl. Yos Sudarso Komplek Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Telp 021 78845502
Email : yunipurwatiningsih.yp@gmail.com

Abstrak
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa persentase bayi yang menyusui secara eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 48% dari target 80. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia > 6 bulan di RW 02 Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Jakarta Utara tahun 2014. Tujuan umum untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dan dukungan keluarga terhadap pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan.Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan desain pendekatan cross sectional yaitu pengambilan data yaitu pengambilan data yang dilakukan dalam kurun waktu yang sama. Data yang digunakan yaitu data primer.Hasil Analisis bivariate dengan nilai pengetahuan ibu X2 hit = 39,28 dan X2 tab = 5,9914 dengan db = 2 dan α = 5%. Pendidikan ibu dengan nilai X2 hit = 88,38 dan X2 tab = 5,991 dengan db = 2 dan α = 5%. Usia ibu dengan nilai X2 hit = 87,5 dan X2 tab = 5,991 dengan db = 2 dan α = 5%. Pekerjaan ibu dengan nilai X2 hit = 14,936 dan X2 tab s= 3,8414 dengan db = 1 dan α = 5%. Dukungan keluarga dengan nilai X2 hit = 5,346 dan X2 tab = 3,8414 dengan db = 1 dan α = 5%. Kesimpulan dan saran : dari 5 variabel independen yang memiliki hubungan bermaknna adalah pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dan dukungan keluarga. Melihat dampak yang ditimbulkan akibat pemberian MP-ASI pada bayi usia > 6 bulan sangat membahayakan untuk pertumbuhan dan pencernaan, maka diharapkan ibu dapat mengerti pentingnya pemberian ASI eksklusif.
Kata kunci : pemberian MP-ASI, pekerjaan, dukungan keluarga
Abstract
Basic Health Research Data (Riskesdas) in 2013 showed that the percentage of breastfeeding infants exclusively up to 6 months was only 48% of the 80 target. The objective of the study was to determine the factors related to complementary feeding of infants > 6 months in RW 02 Lagoa Village, Koja Sub District, North Jakarta 2014. The general objective is to know the relationship between knowledge, education, age, occupation, and family support for the provision of MP-ASI in infants aged less than 6 months. This research is a kind of analytic research with cross sectional approach design that is data retrieval is data retrieval done in the same period. The data used are primary data. Result of bivariate analysis with knowledge value of mother X2 hit = 39,28 and X2 tab = 5,9914 with db = 2 and α = 5%. Education of mother with value of X2 hit = 88,38 and X2 tab = 5,991 with db = 2 and α = 5%. Age of mother with value of X2 hit = 87,5 and X2 tab = 5,991 with db = 2 and α = 5%. Mother job with value of X2 hit = 14,936 and X2 tab s = 3,8414 with db = 1 and α = 5%. Support family with value of X2 hit = 5,346 and X2 tab = 3,8414 with db = 1 and α = 5%. Conclusions and suggestions: of the 5 independent variables that have significant relationships are knowledge, education, age, occupation, and family support. Considering the impacts caused by the provision of MP-ASI in infants aged> 6 months is very dangerous for growth and digestion, so hopefully mothers can understand the importance of exclusive breastfeeding.
Keywords: giving of MP-ASI, work, family support


 
Pendahuluan
Menurut kajian WHO tahun 2009 pemberian MP-ASI dini meningkat seiring dengan semakin menurunnya pemberian ASI Eksklusif, sekitar 2% angka pemberian MP-ASI dini menyebabkan kematian 1,3 juta jiwa diseluruh dunia termasuk 22% jiwa meninggal setelah kelahiran karena pemberian MP-ASI dini. Menurut UNICEF ASI eksklusif dapat menyelamatkan bayi.
Kebijakan Nasional untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan telah ditetapkan dalam SK Menteri No. 450/Menkes/SK/IV/2004. ASI eksklusif adalah Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberikan makanan dan minuman, kecuali obat atau vitamin. Bayi yang mendapat ASI eksklusif adalah bayi yang hanya mendapatkan ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa persentase bayi yang menyusui secara eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 48% dari target 80%. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih relatif rendah (Depkes RI, 2011).
Makanan pendamping (MP) ASI harus diberikan pada bayi setelah bayi berusia 6 bulan, akan tetapi dalam praktiknya dimasyarakat MP-ASI sudah diberikan sejak dini yaitu 6 bulan pertama bahkan MP-ASI ada yang memberikan sejak usia 1 hari. Pemberin  MP-ASI sejak dini mempunyai resiko terhadap kesehatan bayi, seperti diare, tersedak, infeksi saluran pencernaan dan gangguan saluran pencernaan lainnya. Hasil penelitian membuktikan bayi-bayi yang diberikan MP-ASI sejak dini mempunyai resiko mengalami kesakitan 4,3% dibandingkan bayi yang diberikan ASI eksklusif (Juliantoro, 2006).
Mudahnya mendapatkan susu formula dipasar atau supermarket, kurang pedulinya orang tua akan pentingnya ASI bagi bayi, jumlah air susu ibu yang sedikit atau kurang, takut tubuh ibu tidak lagi menarik, atau ibu yang berkarir, telah membuat susu formula nyaris menjadi makanan utama bayi-bayi masa kini (Gatot Sudaryano, 2014).
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut, dan masih rendahnya angka pencapaian ASI eksklusif di DKI Jakarta hanya 8,5% (dinkes provinsi DKI Jakarta), penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul tentang “faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan di RW 02 Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara”. 
Metode
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah setiap ibu di RW 02 Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Jakarta Utara yang memiliki bayi dan balita berusia ≤ 2 tahun yang masih diberikan ASI maupun tidak diberikan ASI.
Besarnya sampel dalam penelitian ini dihitung dengan rumus  menurut ( S. Lemeshow) yaitu :
Z21-α/2 p (1-p)N
 n =
 d2 ( N-1) + Z2 1-α/2 p (1-p)
Dimana :
n : Besar minimal sampel
Z21-α/2 : Tingkat kepercayaan penelitian
P : Proporsi kasus pemberian MP-ASI kuang dari 6 bulan di Indonesia
d : Presisi/simpangan maksimal terhadap prevalen
1 : Nilai maksimal probabilitas 
N : Populasi
Diketahui :
Z21-α/2 : 1,96
P : 84,7% = 0,847
d : 0,5
N : 100
n=(1,96 x 0,847 x (1-0,847)x 100)/((0,05)^2  x (100-1)+ 1,96 x 0,847 x (1-0,847) )

n=(1,66 x 0,153 x 100)/(0,24+1,66 x 0,153)  =87,3
Maka besar sampel adalah 87 orang.

Pengumpulan data dilakukan secara bertahap. Tekhnik pengambilan sampling adalah suatu proses seleksi sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada , sehingga jumlah sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada ( Hidayat, 2007). Dalam penelitian ini menggunakan tekhnik quota sampling  yaitu pengambilan sampel dengan cara pertama-tama menetapkan berapa besar jumlah sampel yang diperlukan atau menetapkan quotum (jatah). Kemudian jumlah atau quotum itu dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang ditentukan . Anggota populasi manapun yang diambil tidak menjadi soal , yang penting jumlah quotum sudah ditetapkan dan dapat dipenuhi (Notoatmodjo,2012).
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer pengisian kuesioner yang diedarkan dan diisi sendiri oleh responden secara langsung.Pengolahan Datadilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut :1) Editing : Pada tahap ini peneliti akan memeriksa kuesioner yang telah diisi, apakah terdapat kekeliruan atau tidak dalam pengisiannya.2) Coding : Peneliti akan mengklasifikasikan kategori-kategori dari data yang didapat dan dilakukan dengan cara memberi tanda / kode berbentuk angka pada masing-masing kategori ,3) Scoring : Data yang telah dikumpulkan kemudian diberi skor sesuai ketentuan pada aspek pengukuran.4) Entry : Merupakan kegiatan memasukkan data dari hasil kuesioner kedalam computer setelah kuesioner terisi semua dan benar telah melewati tahap koding.  5) Entry dataadalah memasukkan data dengan cara manual kedalam table dan mengecek kembali data yang sudah dimasukkan.6) Cleaning adalah pembersihan data, lihat variable apakah data sudah benar atau belum.  Mengeluarkan informasi yang diinginkan dalam bentuk analisa data.
Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate.
Analisa Univariat
Analisis univariat digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisis univariat tergantung dari jenis datanya. Untuk data numeric digunakam nilai mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan presentase dari setiap variabel (Notoadmodjo, 2012).
Analisis Bivariat
Analisais yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bivariat yaitu bertujuan untuk melihat dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi. Uji statistik yang dilakukan adalah Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak komputer. Uji kemaknaan didapatkan melalui uji Chi-Square (X2) dua arah tingkat kemaknaan 0,05
Hasil Penelitian
Univariat
Karakteristik Responden
Tabel 1 Hasil Univariat masing-masing variabel
Varibel Frekuensi
 (n) Persentase
 (%)
Pemberian MP ASI
< 6 bulan 44 50,6
≥ 6 bulan 43 49,4
Pengetahuan Tentang MP ASI
Kurang 11 12,6
Cukup 31 35,6
Baik 45 52
Pendidikan Ibu
Rendah 53 61
Menengah 31 35,6
Tinggi 3 3,4
Usia Ibu
< 20 Tahun 7 5,7
20-35 Tahun 68 78,2
> 35 Tahun 12 16,1
Pekerjaan Ibu
Bekerja 10 11,5
Tidak Bekerja 77 88,5
Dukungan Keluarga
Ada 53 60,9
Tidak ada 34 39,1

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa responden yang memberikan Makanan Pendamping Asi Sebelum bayi berusia 6 bulan adalah 50,6 %, pengetahuan responden tentang MP ASI sebagian besar berpengetahuan baik yaitu sebanyak 52%, Pendidikan responden sebagian besar berpendidikan rendah yaitu sebanyak 61%, usia responden sebagian besar antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 78,2 %, Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yaitu 60,9% dan  pekerjaan responden sebagian besar tidak bekerja yaitu 88,5%





Bivariat
Tabel 2 Hasil Analisis Bivariat masing-masing variabel


Variabel Pemberian MP ASI Total X2
< 6 Bulan ≥ 6 Bulan
N
%
n % n %
Usia Ibu
< 20 Tahun 4 57,1 3 42,9 7 100 X2 Hit = 87,5 > X2 Tab = 5,99
20-35 Tahun 35 51,5 33 48,5 68 100
> 35 tahun 5 41,7 7 58,3 12 100
Pendidikan Ibu
Rendah 28 52,8 25 47,2 53 200 X2 Hit = 88,3 > X2 Tab = 5,99 28,095
Menengah 15 48,4 16 51,6 31 100
Tinggi

1

33,3

2

66,7
3 100

Pengetahuan Ibu
Baik 22 48,9 23 51,1 45 100 X2 Hit = 39,28 > X2 Tab = 5,99
Cukup 16 51,6 15 48,4 31 100
Kurang

6

54,5

5

45,5
11 100
Pekerjaan Ibu
   1.Bekerja
6
60
4
40 10
100 X2 Hit = 14,93> X2 Tab = 3,84
    2.Tidak  
      Bekerja

38

49,4

39

50,6 77

100
Dukungan Keluarga
    1.Ada
23
43,4
30
56,6 53
100 X2 Hit = 5,34> X2 Tab = 3,84
    2.Tidak 
       Ada

21

61,8

13

38,
2
34

100

Berdasarkan hasil analisis hubungan antara pemberian MP ASI dengan usia Ibu didapatkan hasil bahwa usia Ibu <20tahun 57,1 % memberikan MP ASI sebelum usia bayi 6 bulan. Berdasarkan hasil uji chi-square, hasil analisis tersebut mendapatkan nilai X2 hit sebesar 87,5 dan X2 tab sebesar 5,9914 dengan db = 2 dan α = 5% dapat disimpulkan nilai X2 hitung > X2 tabel yang artinya berhasil tolak Ho dengan kesimpulan ada hubungan bermakna antara usia ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia < 6 bulan.
Hasil analisis variabel ke dua yaitu variabel pendidikan didapatkan hasil bahwa pendidikan menengah memberikan MP ASI sebelum 6 bulan sebanyak 48,4 %. Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan dengan menggunakan uji chi-square, hasil analisis tersebut mendapatkan nilai X2 hit sebesar 88,38 dan X2 tab sebesar 5,991 dengan db = 2 dan α = 5% dapat disimpulkan nilai X2 hitung > X2 tabel yang artinya berhasil tolak Ho dengan kesimpulan ada hubungan bermakna antara pendidikan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia < 6 bulan
Hasil analisis variabel ke tiga yaitu variabel pengetahuan didapatkan hasil bahwa yang berpengetahuan kurang yang memberikan MP ASI sebelum usia 6 bulan sebanyak 54,5%. Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan dengan menggunakan uji chi-square, hasil analisis tersebut mendapatkan nilai X2 hit sebesar 39,28 dan X2 tab sebesar 5,9914 dengan db = 2 dan α = 5% dapat disimpulkan nilai X2 hitung > X2 tabel yang artinya berhasil tolak Ho dengan Kesimpulan ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia < 6 bulan.
Hasil analisis variabel ke empat yaitu variabel pekerjaan Ibu didapatkan hasil bahwa ibu yang bekerja 60 % memberikan MP ASI sebelum usia 6 bulan. Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan dengan menggunakan uji chi-square, hasil analisis tersebut mendapatkan nilai X2 hit sebesar 14,936 dan X2 tab sebesar 3,8414 dengan db = 1 dan α = 5% dapat disimpulkan nilai X2 hitung > X2 tabel yang artinya berhasil tolak Ho dengan kesimpulan ada hubungan bermakna antara pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia < 6 bulan.
Hasil analisi variabel ke lima yaitu variabel dukungan keluarga Ibu yang tidak mendapatkan dukungan keluarga yang memberikan MP Asi kurang dari 6 bulan sebanyak 61,8%. Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan dengan menggunakan uji chi-square, hasil analisis tersebut mendapatkan nilai X2 hit sebesar 5,346 dan X2 tab sebesar 3,8414 dengan db = 1 dan α = 5% sehingga dapat dikatakan ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia < 6 bulan.

Pembahasan
Penelitian ini menunjukan kelima variabel memilihi hubungan bermakna dengan pemberian ASI yaitu usia Ibu, Pendidikan Ibu, pengetahuan Ibu, Pekerjaan Ibu dan Dukungan keluarga.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Ayu Novita Sari (2012) secara presentase, ibu yang umurnya ≥35 tahun lebih banyak yang memberikan MP-ASI tidak tepat waktu pada bayinya.
Dari penelitian yang telah dilakukan, secara presentase didapatkan hasil ibu yang berusia < 20 tahun lebih banyak memberikan ASI tidak tepat waktu pada bayinya.
Hasil penelitian ini juga sejalan Penelitian yang dilakukan oleh Dedek (2009) mengenai ibu berdasarkan pendidikan yang telah memberikan MP-ASI pada bayi < 6 bulan yaitu : pendidikan tinggi sebanyak 11,1%, pendidikan sedang 22,7% dan pendidikan rendah sebanyak 30,2%.
Dari penelitian yang telah dilakukan, secara presentase ibu dengan pendidikan yang rendah lebih banyak memberikan MP-ASI tidak tepat waktu pada bayinya.
Faktor pengetahuan ibu adalah faktor yang berhubungan dengan tingkat pengenalan informasi tentang pemberian makanan tambahan pada bayi usia kurang dari 6 bulan. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI, kapan pemberian makanan tambahan, fungsi makanan tambahan, dan risiko pemberian makanan pada bayi kurang dari 6 bulan sangatlah penting. Tetapi banyak ibu-ibu yang tidak mengetahui hal tersebut diatas sehingga memberikan makanan tambahan pada bayi usia dibawah 6 bulan tanpa mengetahui risiko yang akan timbul (Riksani, 2012).
Dari hasil penelitian Fithriatul Muthmainnah di Puskesmas Pamulang  (2010), menunjukkan bahwa ibu yang berpengetahuan baik dalam memberikan MP-ASI pada bayi berusia < 6 bulan yaitu sebanyak 42 orang (54,5%) sedangkan ibu berpengetahuan kurang yang memberikan MP-ASI pada bayi yang berusia < 6 bulan sebanyak 11 orang (14,3%).
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, secara presentase didapatkan hasil ibu yang berpengetahuan kurang lebih banyak memberikan MP-ASI tidak tepat waktu pada bayinya
Faktor pekerjaan ibu adalah faktor yang berhubungan dengan aktivitas ibu setiap harinya untuk memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidupnya yang menjadi alasan pemberian makanan tambahan pada bayi usia kurang dari enam bulan. Pekerjaan ibu bisa saja dilakukan dirumah, ditempat kerja baik yang dekat maupun yang jauh dari rumah. Ibu yang belum bekerja sering mamberikan MP-ASI dini dengan alasan melatih atau mencoba agar saat ibu sudah mulai bekerja kembali bayi sudah terbiasa. Ibu bekerja seharian penuh sehingga ini menjadi alasan ibu menggantikannya dengan susu formula (Sulistyoningsih, 2011).
Penelitian yang dilakukan oleh Dedek (2009) mengenai ibu berdasarkan pekerjaan yang telah memberikan MP-ASI pada bayi usia < 6 bulan yaitu : ibu yang bekerja sebanyak 69,2% dan ibu yang tidak bekerja sebanyak 29,7%.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, secara presentase didapatkan hasil ibu yang memiliki pekerjaan lebih banyak memberikan MP-ASI tidak tepat waktu pada bayinya.
Dukungan keluarga adalah keberatan, kesedihan, kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita. Pandangan yang sama juga dkemukakan oleh Cobb (2002) mendefinisikan dukungan keluarga sebagai adanya kenyamanan, perhatian, penghargaan, atau menolong orang dengan sikap menerima kondisinya, dukungan keluarga tersebut diperoleh melalui individu maupun kelompok (nursaelah.blogspot.com/2012/05/konsep-dukungan-keluarga.html).
Dari penelitian yang dilakukan oleh Ayu Novita Sari (2012), ibu menyusui yang mendapatkan dukungan keluarga lebih banyak memberikan MP-ASI yang tidak tepat waktu pada bayinya.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, secara presentase didapatkan hasil ibu yang tidak mendapatkan dukungan keluarga lebih banyak memberikan MP-ASI tidak tepat waktu pada bayinya.
Kesimpulan
Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan.
Ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan. 
Ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan. 
Ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan. 
Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan.
Saran 
Bagi Masyarakat
Dengan adanya penelitian ini diharapkan masyarakat RW 02 mengetahui pentingnya ASI untuk bayi, serta dapat memberikan MP-ASI sesuai pada waktunya karena pemberian MP-ASI yang terlalu dini akan memberikan dampak yang kurang baik untuk tubuh bayi dan balita.

Bagi Institusi
Peneliti berharap penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan atau bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI yang tepat dan.
Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan dengan adanya Karya Tulis Ilmiah ini akan menjadi panduan bagi penulis selanjutnya untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI yang terlalu dini sehingga nantinya akan dapat dijadikan acuan peliti selanjutnya.

Daftar Pustaka
Nugroho,Taufan., 2011. Asi dan Tumor Payudara. Cetakan ke I
Roesli, Utami., 2001. Mengenal ASI eksklusif. Cetakan ke I. Jakarta
Sudaryanto, Gatot., 2014. MP-ASI. Cetakan I. Jakarta
jptunimuss-gdl-iissugiyar-6811-2babipdf(2).pdfManajemen laktasi, 2004
MT. Indiarti., 2014. nutrisi janin dan bayi sejak usia dalam kandungan. Cetakan ke I
Nana Aditya, S.SI., 2014. Handbook for New Mom. Cetakan ke I
nursaelah.blogspot.com/2012/05/konsep-dukungan-keluarga.html
PP Fatayat NU., 2013. Panduan pelaksana kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa/kelurahan siaga aktif bagi kader.

# ShutDown